Sedang enak-enaknya tidur, tiba-tiba suara bayi mengagetkan Liana, tapi tidak dengan Elang yang tertidur pulas. Liana membuka matanya, melihat tangan Elang berada di atas wajahnya Baby B. Dia kaget dan panik, segera memindahkan tangan suaminya sembari menepuk-tepuk agar bangun. “Ada apa?” tanya Elang mengerjap berkali-kali. Suaranya serak. “Ada apa, ada apa, anak orang mau mati gara-gara kamu,” marah Liana, menarik Baby B ke dalam pangkuannya, menepuk-tepuk pelan bokongnya agar tidur kembali. Malam masih panjang dan dia juga harus tidur kembali. “Apa salahku?” Elang mengusap gusar wajahnya, barulah matanya dapat terbuka lebar menatap wajah cantik, putih, mulus yang dihiasi dengan rona kekesalan. “Tanganmu itu loh hampir menutupi hidung Baby B. Coba kalau dia gak bersuara, terus mati?

