“Kamu mau ke mana lagi?” tanya Elang pada Liana. “Pulang aja.” “Gak jadi main watersport?” Elang melirik istrinya yang memandang lurus ke depan, melihat kendaraan lalu lalang di jalan. “Males. Mau langsung pulang, keramas, tidur. Capek sama drama rumah tangga kita. Hilang satu pelakor, datang lagi. Anjani lah, Ares lah, Diana lah. Ke depan entar siapa lagi.” Liana membuang napas dengan kasar. Lelah dalam kehidupan rumah tangga yang banyak datang cobaan. Elang meraih tangan Liana, lalu menciumnya. Dia tetap fokus menyetir—menuju resort tempat mereka tinggal. “Insya Allah ke depannya gak akan ada lagi.” “Aku tuh sempat mikir, kenapa rumah tangga kita gak segampang Rafan sama Luna aja. Cobaan mereka itu cuma satu, yaitu kamu.” “Setiap rumah tangga kan beda-beda ujiannya. Kita sama-sama

