Andi menatap tajam ayah nya dan berkata, “Saya mau melihat surat rumah ini dan kalau memang atas nama almarhumah ibu ku, maka kalian semua harus ke luar dari sini.” Kata Andi. “Oh iya, Saya hampir lupa. Bukankah Ayah membelikan aku dan kakak ku motor untuk menebus rasa bersalah Anda!. Harga dua sepeda motor itu tidak sebanding dengan penderitaan dan penghinaan yang pernah kami alami.” Tambah Andi lagi. “Jadi maksud kedatanganmu ke sini ini, hanya untuk meminta uang saja!. Dasar anak tidak tahu di untung, kamu dan kakak mu itu seharusnya merasa bersyukur, karena sudah dibelikan sepeda motor. Itu pun, karena ayah mu merasa kasihan saja.” Kata Maya, ibu tiri Andi dengan berapi-api. “Mengapa tidak!. Selama ini Saya dan kakak Saya sudah cukup menderita, karena ulah kalian. Sudah waktunya kam

