Luapan Kesedihan

2451 Words

"Kalau berjalan jangan sambil melamun, agar kamu tidak jatuh!” ucap Rizki santai dengan tetap bersandar pada mobil tanpa berniat sedikit pun membangunkan Kaifa. Rizki sudah melihat Kaifa berjalan sejak memasuki gang, itu sebabnya ia menunggu Kaifa tepat di depan rumahnya sambil bersandar. Kaifa mendengus, menahan kesal mendengar perkataan Rizki yang menunjukkan perhatian tapi justru dialah penyebab ia jatuh. “Jelas-jelas dia yang membuat aku jatuh malah menyuruh aku hati-hati!” batin Kaifa, lalu berdiri perlahan dengan menahan sakit. “Kenapa Tuan ada di sini?” tanyanya sambil memegangi lutut yang terasa perih terkena batu krikil “Ingin menjemputmu!” “Apa? Menjemput?" pekik Kaifa terkejut. "Saya menginap selama satu Minggu di rumah dan Omah sudah memberi izin. Kenapa Tuan ingin menjem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD