Cerita Masa Lalu

3434 Words

“Kenapa?” tanya Kaifa heran sambil menoleh ke arah Rizki, tetapi yang ditatap malah tetap fokus memandang langit. “Dia bilang, dia hanya memanfaatkan kebaikanku.” “Preeft ....” Kaifa langsung berusaha menahan tawanya. “Kenapa tertawa?” tanya Rizki sambil melayangkan tatapan sinis. “Bella bilang hanya memanfaatkan kebaikan Tuan? Tuan saja tidak ada baik-baiknya, lalu apa yang dia manfaatkan? hahaha.” Kaifa langsung tertawa lepas beberapa detik hingga ia menyadari tatapan kesal Rizki yang cukup menyeramkan baginya. “Maaf, maaf, Tuan bisa lanjutkan lagi,” ucapnya sambil berusaha menghentikan tawa. “Bisa lebih seserius?" “Bisa, bisa,” jawab Kaifa masih berusaha menghentikan tawanya. Rizki kembali menatap langit untuk melanjutkan ucapannya sambil meletakkan tangan kiri di belakang k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD