Aroma steak yang menggoda seharusnya membuat selera makan Damian bangkit, tapi kenyataannya, fokusnya malah terpecah total. Apalagi saat dia melihat Lembayung mulai memotong dagingnya dengan antusias. "Wah ... ini enak banget! Dagingnya lembut, aku jadi berasa lagi makan di restoran mewah," puji Lembayung dengan mulut yang sedikit penuh. Dia mengunyah dengan lahap, matanya berbinar menatap Damian. "Ternyata Abang beneran pinter masak. Aku kira direktur kayak Abang cuma tau perintah-perintah aja di kantor." Damian mencoba tersenyum, meski rasanya kaku. "Aku belajar masak waktu kuliah di luar negeri." "Duh ... paket lengkap banget sih Abang ini. Udah lah ganteng, kaya, punya jabatan, soft spoken, eh ... pinter masak pula," goda Lembayung sambil tertawa kecil. Hal itu membuat kemeja puti

