Pagi hari di hari ketiga magang, Lembayung masih seperti biasanya — bangun sebelum matahari terbit, lalu sarapan roti dan s**u, setelah itu dia mengenakan pakaian yang sporty dan mengayuh sepedanya ke kantor. Gadis itu tiba di PT Caraka Adikarya saat kondisi gedung masih sepi. Setelah berganti pakaian kerja — kemeja, blazer dan rok pensil — di toilet lobi, dia duduk di sofa menunggu kedatangan teman-temannya. Untuk menghilangkan kebosanan, dia mengeluarkan buku catatan kecil, bukan untuk menulis hal-hal random lagi, melainkan untuk merencanakan strategi PDKT selama enam bulan ke depan. Beberapa menit kemudian, pintu lobi terbuka. Lembayung mengangkat kepala, berharap melihat Erika atau Alina. Namun, yang datang adalah Damian. Pria itu mengenakan jas berwarna charcoal yang elegan. Aura

