Aku berbalik dan melihat seorang pria yang hampir setinggi Rick, tetapi wajahnya cerah sedangkan Rick sedikit gelap. Dia pria yang tampan jika tidak ada ekspresi cemberut di wajahnya. Aku mencoba mencari Carl dari sudut mataku tetapi untuk pertama kalinya sejak serangan itu, dia tidak ada di sekitarku. Aku meluruskan bahuku, mengangkat daguku dan berjalan menuju pria pirang yang marah itu. "Adakah yang bisa aku bantu?" Aku bertanya padanya dengan nada yang agresif. Tatapannya bergerak dari kepala hingga ujung kakiku dan dia dengan jelas sedang menilaiku. Aku membalas dengan pandangan yang seolah sedang menghakiminya dan dia membuatku terkejut dengan tawanya. "Apa yang lucu?" Tanyaku. "Aku kira kau adalah sosok yang sedikit lebih menakutkan, itu saja. Penyihir yang cukup kuat untuk meng

