Chapter 115

1341 Words

Hafiz membawa Raihana pergi. Hisyam baru saja masuk ke dalam mobil ketika dia menyusul mereka. Hisyam berkata dengan penuh perhatian, "Tuan Hafiz, izinkan saya mengantar Anda kembali!" "Tidak perlu, kami punya mobil," kata Hafiz lemah. Hisyam hanya bisa mengangguk dan berkata kepada Raihana, "Hana, jangan menangis. Kamu mau makan apa? Aku akan mengirimkannya besok pagi." "Aku tidak mau makan apa pun. Dasar orang tidak berguna. Kau melihatku diganggu dan tidak menolongku." Raihana menangis dan mengumpat. Hisyam menunjukkan ekspresi malu dan meminta maaf dengan suara rendah, "Hana, maafkan aku, tapi dia bibiku! Aku… aku tidak bisa berbuat apa-apa. “ “Jangan datang mencariku besok. Aku tidak ingin melihatmu lagi." Raihana melampiaskan amarahnya padanya. Wajah Hisyam menjadi semak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD