Ratih merasakan jantungnya hampir melompat keluar. Apa yang dikatakan Nyonya besar kepadanya hari ini benar-benar diluar dugaan. Dia pikir Nyonya besar ingin menemukan cara untuk mempersulitnya lagi. Tanpa diduga, Tetua keluarga ini yang mencoba mempersulit Tengku Ammar. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh perutnya. Kehidupan pernikahannya dengan Tengku Ammar sangat harmonis. Belum lagi mereka berhubungan badan setiap hari. Tidak setiap hari, tetapi paling lama tiga hari, mereka tidak bisa menahannya. Dia tiba-tiba menyadari betapa rumitnya masalah ini. Bagaimana dia bisa dengan tegak berdiri disamping Tengku Ammar lagi? “Baiklah. Aku akan memikirkan masalah ini.” Jwab Ratih masih mempertahankan ekspresi tenang. Setelah Nyonya besar pulang, Ratih memutuskan untuk pergi ke Restoran untu

