"Begitukah? Sepertinya aku bisa menambahkan satu tuduhan lagi padamu, poliandri." Tengku Ammar berkata dengan dingin. Setelah itu, dia berdiri dan pergi dengan cepat. Ratih sangat marah hingga menggertakkan giginya. Dia pernah membayangkan pertemuan pertama mereka akan sangat mengharukan, mereka mungkin akan mengucapkan beberapa kata baik untuk perpisahan demi masalalu mereka yang rumit. Namun dia tidak menyangka keadaan akan seburuk ini. Pria itu malah berniat menjebloskannya ke penjara. "Kapan saya bisa keluar?" Polisi wanita itu mengantarnya kembali. Ratih tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Polisi wanita itu berkata, "Maaf, saya tidak tahu. Tunggu pengacaramu!" Ratih menggigit bibirnya. Dia tidak punya pengacara, dan dia tidak tahu apakah Lina bisa membantunya memikirkan cara.

