Ratih mengerutkan bibirnya dan tidak berbicara. Setelah beberapa saat, dia bertanya dengan cemberut, "Apakah dia memberitahumu kapan dia akan membiarkanku pergi?" "Kamu boleh pergi sekarang. Tuan Ammar tidak pernah membatasi kebebasanmu," kata Mili. Ratih terdiam. Dengan makanan masih di mulutnya, dia menatap Mili dengan mulut ternganga. Setelah beberapa saat, dia bertanya dengan ekspresi tidak percaya, "Apakah kamu berbohong padaku?” "Tidak. Tuan Ammar tidak pernah membatasimu. Kamu sendiri yang tidak mau pergi," kata Mili dengan percaya diri. Ratih menggertakkan giginya dan ingin mengutuk. Dia juga ingin pergi, tetapi begitu dia bangun, dia langsung didesak ke tempat tidur oleh Tengku Ammar. Dia tidak bisa berjalan tegak di dalam kamar selama lebih dari 20 menit. Dia tidak tahu

