Chapter 142

1122 Words

Setelah mengantar Hafiz pergi, dia menghela nafas. Setelah berpikir sejenak, dia akhirnya mengeluarkan ponselnya dan menelepon Tengku Ammar untuk menanyakan di mana dia berada. Tengku Ammar duduk tanpa ekspresi di kantornya. Di atas meja terdapat hasil investigasi Imran terhadap situasi Ratih selama lima tahun terakhir. Termasuk suami Ratih saat ini, Prof Hanan, dan putra kembar mereka, Rayyan dan Raihan. Namun, Tengku Ammar tidak pernah membukanya, jadi dia tidak tahu siapa Prof Hanan saat melihatnya. Tetapi sekarang, dia ingin membukanya lagi. Dia ingin tahu apa yang terjadi padanya dalam lima tahun terakhir, dan seperti apa kehidupan yang dijalaninya. “Tuan Ammar, Puteri ada di sini.” Sekretaris itu mengetuk pintu dan masuk untuk melapor kepada Tengku Ammar. Tangan Tengku Ammar y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD