Chapter 131

1191 Words

Mili mengantarnya ke bandara, dan segera tiba saatnya untuk pemeriksaan keamanan. Ratih mengenakan kacamata hitam dan memegang barang bawaannya di tangannya. Dia melambaikan tangan ke Mili dan melangkah masuk dengan tegas. Melihat Ratih pergi, mata Mili sedikit berkaca-kaca. “Ratih, aku minta maaf.” bisik Mili lirih Dia sebenarnya bisa menyembunyikan Ratih dan menunggu Tengku Ammar bangun. Namun, dia juga tahu apa yang akan dihadapi Tengku Ammar setelah bangun. Dia dikelilingi dari semua sisi. Jika Ratih tetap berada di sisi Tengku Ammar, itu hanya akan membuat bos nya semakin menderita. Beberapa orang memang tidak ditakdirkan bersama. Tuan Ammar, maafkan aku. Sudah waktunya pesawat lepas landas. Mili menarik napas dalam-dalam dan segera berbalik untuk pergi. Tetapi dia tidak tahu ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD