BAB - 37

5683 Words

Zahira "Apa kamu masih mencintaiku?" "Maaf, Larissa. Cinta aku ke kamu itu sudah lama pudar. Sudah menjadi masa lalu. Aku hanya menganggap kamu sebagai seorang teman, sebagai seorang sahabat. Aku... aku sebenarnya malu mengatakan ini..." "Apa?" "Aku mencintai Zahira. Gadis muda itu... aku..." "Ah, dia ternyata. Sudah aku tebak sebenarnya. Ada rasa yang tumbuh di antara kalian." "Kamu tidak marah?" "Tentu saja tidak. Aku senang kamu bisa jujur kepadaku. Lagian, memang cinta kita seharusnya tidak lagi bermain di masa depan. Aku tahu, kamu dengan dia sudah lama kenal jelas saja perasaan kamu ke aku sudah tidak ada. Aku ikhlas Adit bila memang Zahira yang bisa menempati posisi di hatimu." "Tapi..." Larissa menceritakan kejadian di hari ia sudah menjadi seorang mualaf, di depan masjid.

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD