Sudah seminggu Maruap ditinggal pergi oleh keluarga pamannya. Jarak kampung pamannya dengan kampung keluarga intinya lumayan jauh; belum lagi rata-rata upacara adatnya juga memakan lebih lama (yang belum dipangkas karena pengaruh kekristenan); itulah yang menyebabkan Maruap ditinggal sendiri. Selama itulah, banyak hal yang sudah dialami oleh Maruap. Bahkan segala serangan dan gangguannya pun makin gencar pula. Edan, pikir Maruap. Tiap tidur, Maruap selalu tidur secara horisontal seraya memegangi perutnya yang terkadang dari pusarnya, keluar beberapa percik darah. Ada yang bilang, serangan-serangan dari alam supranatural lebih efektif dilakukan secara vertikal. Karena para pelakunya memang mengincar bagian kepala korbannya. Posisi tidur korban yang secara vertikal, sangat menguntungkan pel

