BAB 161

1415 Words

"Stop, Leon! Berhenti sebentar." Pria itu menegakkan tubuhnya dan di saat bersamaan pijitan Leon juga terhenti. "Iya, Tuan? Apakah pijitan saya tidak enak?" tanya Leon seraya tersenyum. "Bukan itu. Di mana Kitty?" Tiba-tiba saja pria itu bertanya. Seketika, senyuman di wajah Leon menghilang digantikan wajah pias pria tersebut. Kenapa harus sekarang? geram Leon memikirkan jawaban. Apa yang harus aku katakan pada Tuan? "Leon! Kenapa Kamu diam saja?" tanya Raja saat asistennya justru tampak melamun. "Ah, maafkan saya, Tuan. Saya sempat melamun. Mau saya pijit lagi?" Leon mengalihkan pembicaraan. "Leon! Jawab pertanyaanku!"perintah Raja setengah membentak. "Maafkan saya, Tuan. Saya belum melihat Kitty sejak tadi pagi eh mungkin dari semalam." Akhirnya Leon memilih jujur. Leon siap mener

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD