BAB 146

1235 Words

Klek. Pria itu memasang kembali gesper di pinggangnya setelah berpakaian lengkap. "Yah, sayang sekali. Aku kira Kamu masih perawan. Ternyata ... itu sudah tidak bersegel lagi," ucap pria berambut sebahu itu disusul tawa dua orang temannya. Ketiga orang itu, baru saja menyelesaikan aksinya. Mereka beramai-ramai melakukan hal terkutuk itu pada Stella. "Jangan sedih, gadis. Meski Kamu tidak tersegel lagi. Tapi aku cukup puas. Milikmu sangat ketat dan nikmat," puji pria itu kemudian. "Iya tidak, Bro?" "Yo'i" Kedua teman pria breng*ek itu mengiyakan. "Kalau diberi lagi, kami tidak akan menolak." "Tenang saja, kami puas, sangat puas." Mereka bertiga tertawa kembali. Sementara itu, Stella terduduk di lantai tanpa busana dengan tubuh yang lemas. Para pria kurang ajar itu, telah menghancurka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD