Semua orang memandang Alesha Keithara sebagai wanita yang galak dan berani. Satu-satunya wanita dalam sejarah yang tidak takut menyiram salah seorang pengusaha wine paling terkenal se-Eropa itu.
Tidak dapat diragukan lagi keberanian dari gadis itu, dia bahkan sanggup menerobos masuk keamanan rumah Fredick Reagan hanya demi memberi pria itu sebuah pelajaran berharga karena telah membunuh kakaknya dalam suatu kejadian paling tragis yang harus mengorbankan orang lain demi nyawanya.
Egois, satu kata itulah yang terlintas dipikiran Alesha Keithara saat memandang sosok Fredick Reagan yang sedang tersenyum pulas dengan seorang wanita.
Fredick tampan, mempesona dan tatapannya menggoda. Tapi kepribadiannya membuat Alesha Keithara ingin muntah untuk mengingatnya.
Tidak sekalipun dalam sejarah, Alesha memiliki niat buruk untuk melukai orang lain, tetapi Fredick adalah pengecualian. Fredick yang begitu egois melayangkan nyawa kakaknya, tidak layak untuk merasakan kedamaian.
Percayalah. Fredick tidak akan merasakan kedamaian karena telah membuat Alesha merasa sesak dalam setiap detik hidupnya. Alesha bersumpah akan membuat hidup pria itu terkutuk.
Alesha masuk dengan menggunakan pakaian serba hitam, jadi tidak ada yang tahu wajahnya. Yang mereka lihat hanya tatapannya dan sepatu kets yang digunakan.
Tim keamanan mengira dia adalah maling. Tetapi, melihat dia begitu giat menerobos masuk, mereka berubah pikiran. Mereka mengira dia adalah teroris.
Alesha memicingkan matanya. Alesha merasa ingin menghantam langsung Fredick , namun sebuah rencana muncul dalam benaknya. Sebuah rencana yang gila yang sepertinya akan membuatnya menyesal seumur hidup.
Bodoh bukan? Tetapi demi membalaskan dendam atas kematian kakaknya, ia rela. Sekalipun hal yang mustahil ia lakukan harus ia lakukan.
Setelah memikirkan sebuah rencana, Alesha berlari begitu cepat keluar. Alesha tidak ingin tertangkap oleh keamanan yang ada di rumah Fredick lagi. Keamanan memang berusaha mengejar namun tidak menemukannya.
Saat sudah berhasil lolos dari ruangan tengah, Alesha tiba-tiba menabrak seseorang. Tak ingin menoleh dan ketahuan ia pun nekat berlari lagi tanpa menghiraukan orang tersebut. Ia berlari dan melompati pagar pertahanan pertama di rumah Fredick.
Setelah lolos, Alesha sempat bingung cara keluar selanjutnya. Ia seperti terjebak sekarang. Jalannya berubah menjadi berliku-liku dan tidak bisa dipahami. Alesha mengumpat saat ia menyadari ia terjebak di pertahanan pertama ini. Ini adalah jebakan yang sepeetinya sengaja dibuat agar orang orang yang masuk tidak mudah keluar.
Alesha terpaksa harus melewati lika-liku jalan itu agar bisa lewat dari pintu pertahanan kedua mansion Fredick.
Fredick sudah gila membuat rumah yang begitu menjebak. Alesha menjadi ingin membakar rumah ini. Karena dia yakin semua tak akan sanggup selamat, karena terdapat labirin yang sungguh gila dirumah ini.
Setelah berjalan sekitar 10 menit. Alesha menyadari bahwa ini semua ilusi. Ia sejak tadi berputar-putar dilingkaran yang sama walaupun bergerak ke arah yang berbeda.
"s**t! " umpat Alesha karena menyadari ini jebakan dan ia tertipu lagi. Alesha berlari lurus dan ya ternyata sesuai dugaannya ini semua ilusi dan ia telah berhasil melewati pintu pertahanan kedua.
Alesha semakin terkejut dengan pintu pertahanan ketiga. Ia melihat begitu banyak ular disana. Alesha semakin merasa bahwa Fredick itu gila. Disaat orang lain memelihara anjing , Fredick memelihara belasan ular .
Alesha menyakinkan diri bahwa dia bisa melewati pintu terakhir ini untuk sepenuhnya bebas. Dia mungkin akan mati, tetapi dia harus lolos agar dendamnya terbalas.
Apakah Alesha akan berhasil lolos dari jebakan terakhir? See you on next chapter!