Alesha membutuhkan waktu setidaknya tiga menit untuk memikirkan cara melewati belasan ular yang ada. Alesha harus melewati pertahanan itu , bila tidak ia tidak akan bisa membalaskan dendamnya.
Saat Alesha berpikir panjang, seseorang datang dari belakang menyentuh pundaknya. Alesha tidak ingin menoleh. Ia langsung berlari secepat kilat dan melompat ke luar.
Ia berlari sambil memandang ke belakang tanpa menyadari seseorang berdiri didepannya. Ia berbalik secara refleks dan mencium orang tersebut.
Orang itu seorang pria dan dengan aroma badannya yang khas ia menyapu balik bibir yang tersentuh dengan bibirnya.
Saat kesadaran Alesha kembali, Alesha berlari secepat kilat. Alesha langsung menduduki taksi yang sudah ada diluar, taksi yang tadi mengantarnya datang.
Alesha memang sudah sengaja menyewa taxi tersebut agar tidak kesulitan nantinya.
Dalam perjalanan, seseorang menghubungi sahabatnya, Karetha.
Alesha ingin menceritakan hal ini secepat mungkin kepada Karetha. Karena ini adalah hal gila dalam hidupnya. Datang untuk sebuah tujuan tetapi berakhir membuat bibirnya tidak suci lagi. Alesha bahkan tidak mengingat wajah pria yang ia cium secara refleks tadi.
***
Sesampainya Alesha di bar, dia melihat sekeliling yang masih sepi. Memang wajar bila sepi, karena masih sekitar pukul 18.00 . Karetha melambaikan tangan memberikan kode pada Alesha agar Alesha datang menyapanya.
"Kar, hari ini itu hari tergila dalam hidup gua," ujar Alesha antusias .
"Rapiin dulu rambutmu sana, percuma baju cakep muka cantik tapi rambut berantakan gitu," balas Karetha.
Alesha berjalan menuju kamar mandi dan merapikan rambutnya. Dia memoleskan sedikit polesan bibir agar terlihat glamour . Karena sejak keluar dia hanya menggunakan foundie dan alis tetapi melupakan polesan bibir.
Alesha berjalan keluar dan kemudian berjalan menuju Karetha. Alesha menyewa ruangan pribadi. Bartender disana sudah tahu, bila Alesha sering menyewa ruangan pribadi saat bersama Karetha.
Tidak ada yang mengetahui apa yang mereka lakukan selama ini. Tetapi, khusus hari ini Alesha memang hanya sedang ingin bercerita tentang harinya yang begitu mengesankan.
Alesha dan Karetha tertawa bersama.
Memang jika diceritakan kembali tentang hari ini, akan menjadi hari yang sangat menarik. Tidak bisa diragukan lagi.
Setelah perbincangan panjang mereka, Alesha dan Karetha melakukan hal rahasia yang memang selalu mereka lakukan. Sesuatu hal yang tidak diketahui oleh siapapun dan itu sangat mereka rahasiakan.
Walaupun dulu sempat ada yang mengetahui, orang itu hilang bagai tertelan bumi satu jam setelah mengetahui rahasianya. Sejak saat itu, tidak ada yang berani mencari tahu.
Alesha memang baik, tetapi berbahaya. Dia tidak suka dipermainkan. Ia tidak rela melukai , dan tidak berniat melakukannya. Tetapi jika ada yang kelewatan menurutnya, ia bahkan siap membunuhnya.
Karetha dan Alesha adalah sepasang sahabat yang mustahil terkalahkan. Persahabatan mereka bagai langit dan bumi. Jika salah satunya tidak ada, maka kehidupan akan runtuh.
Seusai semuanya, Alesha meninggalkan bar terlebih dahulu karena ia harus melakukan hal lain untuk besok. Hal yang akan merubah segalanya dalam hidupnya. Dan itu semua dia lakukan karena awal pembalasan dendamnya akan dimulai.
Alesha akan membuat setiap detik dalam hidup Fredick bagai di neraka. Namun walau begitu, Alesha tidak akan melakukannya dengan cara kasar. Namun ia memilih bermain lambat dan pelan. Karena percikan api sanggup membakar segalanya dan ia percaya bahwa rencananya yang pelan kali ini sudah mantap dan akan sanggup menghancurkan Fredick selamanya.