BAB 11

1697 Words

Aku bangun pukul 7 pagi. Kalau di asrama aku bisa bangun jam 10 pagi. Aku harus tahu diri. Aku tidak mau menjadi tamu yang membebani tuan rumahnya. Setelah mandi dan membereskan kamar aku keluar kamar dan mendapati Ibu Mirna membawa dua cangkir teh. Ia tersenyum. “Ayo dek Vanessa, kita sarapan dulu.” “Iya, Bu.” jawabku, mengekornya. Di meja makan berjejer makanan-makanan khas Yogyakarta. Bukankah ini terlalu banyak untuk sarapan? Aku tidak peduli. Makanan-makanan ini seperti melambai-lambai agar segera di lahap. “Ibu, masak jam berapa? Jam segini sudah matang semua makanannya. Ma’af ya, Bu, Vanessa tidak bantuin Ibu Mirna masak.” kataku dengan nada menyesal. Tidak bangun sepagi Ibu Mirna. “Tidak apa, dek Vanessa. Ayo dimakan dulu.” ujarnya ramah. Aku menurutinya. Berbeda saat pertama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD