Rangga kembali memberikan isyarat mata dan mempertegas kata-katanya. "Yakinlah kalau apa yang akan kita lakukan tidak akan ada orang lain yang tahu." Ningrum menghela nafas panjang. Melirik ke arah pemuda tampan di depannya, yang jelas-jelas jauh lebih tampan daripada suaminya yang dia curigai sudah bermain api dengan janda sebelah rumahnya. Karena itu, mengingat akan perbuatan suaminya, maka Ningrum dengan tegas langsung menganggukkan kepalanya. "Tapi dengan satu syarat." "Apa itu?" "Sejak dulu aku cuma ingin berhubungan intim dengan suamiku. Karena itu, karena kita akan berhubungan intim, maka kita harus bertingkah seolah-olah kita suami istri. Kamu suamiku dan aku istrimu. Bagaimana?" Ningrum menatap Rangga. "Oke. Aku suka itu," yakin Rangga. ** "Kita sudah sampai," kata Rangga.

