59 RENCANA SEMPURNA

1353 Words

Mencoba melakukan cara licik namun tidak ada efek yang signifikan, hanya sebentar lalu lenyap begitu saja, itulah yang Rio coba lalukan. Rea sudah menguatkan hatinya agar tidak patah semangat. *** Saat Rio di rumah, dia teringat Ibunya dan mencoba meneleponnya tapi yang mengangkat telepon itu adalah Ayahnya. Rio masih belum bisa mengatakan apa-apa. "Rio... Ada apa denganmu? Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak kengen sama Papa?" tanya Ayahnya. "Papa... Aku...," jawab Rio masih belum bisa bicara dengan lancar, terlihat matanya berkaca-kaca. "Rio, jangan dipaksakan jika kamu tidak sanggup untuk berkata. Aku mengerti perasaanmu. Satu hal yang ingin Papa katakan padamu. Papa sangat menyanyangimu... Kamu adalah harapan Papa satu-satunya." Tiba-tiba Rio meneteskan air mata secara tidak sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD