Terusir

1018 Words

"Buk, tolong ... saya enggak tahu menahu tentang hutang Mas Tian. Saya juga udah datangi kantornya, tetapi dia udah resign." Zoya terus memohon kepada rentenir yang mencibir ke arahnya. Dia tak peduli meski harus merendahkan harga diri asal rumah tempat berteduh tidak disita. "Kamu pikir saya dinas sosial? Kalau kamu bisa bayar uang tiga ratus juta, baru rumah ini saya kembalikan. Bisa enggak?!" balas si rentenir ketus. Tidak ada rasa iba di hatinya mendengar tangisan Azalea dalam gendongan Zoya. "Saya memang enggak punya uang sebanyak itu, tapi janji nyicil." Zoya mengiba dengan suara parau. Wanita berdandan menor dan berpakaian super ketat malah tertawa nyaring. Dia mengempas tangan Zoya yang menggenggam tangannya. "Nyicil? Bisa-bisa saya udah mati duluan, tapi hutang enggak lunas."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD