Albert melihat Cella sudah berbaring miring dan memunggunginya di atas ranjang. Dengan segera dia ikut berbaring di samping istrinya. “Cell, sekali lagi maafkan aku,” pinta Albert yang kini sudah memeluk Cella dari belakang, tapi istrinya tersebut tetap bergeming. “Semoga besok kamu sudah bisa memaafkanku,” ujar Albert lagi sebelum memejamkan mata. *** Seperti belakangan ini, saat Cella terbangun di pagi hari sebuah lengan kokoh selalu memeluknya dari belakang. Pelan-pelan dia memindahkan lengan tersebut agar dirinya bisa menuruni ranjang. “Apakah sudah pagi, Cell?” tanya Albert saat merasakan pergerakan orang yang dipeluknya. “Sudah, Al. Bagaimana pusingmu?” Cella menjawab dan bertanya tanpa membalik tubuhnya. “Sudah hilang. Kamu mau ke mana?” Albert melihat Cella berusaha turun da

