“Sayang, bisa kita bertemu hari ini? Aku merindukanmu,” ucap Audrey di telepon. “Oh begitu.” “Tidak usah, Sayang. Kamu tahu sendiri, aku sangat malas dan muak melihat wajah istrimu yang pura-pura polos itu.” “Baiklah kalau begitu, nanti hubungi aku jika sudah selesai ya. Sekarang aku mau perawatan dulu. Bye, i love you.” Audrey melepaskan headset di telinganya. Mobil Audrey kembali melaju kencang ke tempat yang sudah dia rencanakan. Dia akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh orang tua Cella dengan sesuka hatinya. Dia juga mengajak sang ibu untuk membantunya memilih gaun termahal dan teristimewa, yang akan digunakan nanti saat perayaan ulang tahun Adrian Christopher. Saat yang juga menjadi malam bersejarah untuknya karena statusnya sebagai anggota keluarga Christopher akan dires

