13. Izin

1825 Words

Caitlin terus merintih, kedua tangannya memeluk perutnya yang terasa begitu sakit. Noah melihat jam yang ada di nakas. Menggeram kesal karena dokter belum juga datang. "Tuan. Darah!" Pelayan yang tadi mengetahui Caitlin sakit, langsung menunjuk ke arah Caitlin. Noah terlihat semakin khawatir, dia melihat tempat yang di tunjuk pelayanannya dan terkejut saat menemukan celana Caitlin yang sudah berlumur darah, bahkan tempat tidurpun terkena. "Cepat hubungi dokter lagi!!!" Bentak Noah. "Cait, bertahan" Noah mengusap kepala Caitlin dengan lembut. "Sa-kit" rintih Caitlin. Lima menit kemudian dokter datang dengan langkah cepat. Dia langsung memeriksa Caitlin dengan teliti. "Bagaimana?" Tanya Noah langsung. "Apa nona Caitlin selalu seperti ini?" Noah menggeleng "ini yang pertama kali"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD