Seanna mematung, tubuhnya terasa kaku. Ia berpikir sejenak untuk mencari seseorang dalam ingatannya yang mungkin bisa dimintai bantuan untuk menanyakan keberadaan Angeline. Namun saat ia hendak mencari kontak di ponselnya, sebuah nomor baru yang tak dikenal menghubunginya. Dilihat dari kodenya, Seanna yakin jika nomor itu bukan nomor pribadi, melainkan milik sebuah yayasan atau instansi resmi. Seanna langsung mengangkatnya, berpikir bahwa mungkin panggilan itu cukup penting. “Halo, selamat siang dengan saya Seanna. Apakah ada yang bisa saya bantu?” tanya Seanna. “Halo selamat siang, Miss Seanna. Saya Jared, perwakilan dari Lincoln School, apakah Anda bisa datang untuk melakukan wawancara di sekolah kami hari ini?” tanya seorang pria dari seberang. “Ini Lincon School?” Seanna tampak

