Kondisi Zaina

1893 Words
Happy Reading.. Kondisi Zaina saat ini sedang tidak membaik, tubuh Zaina demam akibat ia menangis semaleman dan tidak makan. Dari pagi Jessira mencoba menghubungi sahabatnya itu. Namun, Zaina tidak membalas dan tidak mengangkat telepon Jessira. Membuat Jessi sangat khawatir, terlebih setelah Arshaka menceritakan pertengkaran yang masih berlanjut saat cowok itu mengantar Zaina pulang. Zaina tidak mengangkat serta tidak membalas pesan Jessira karena badannya yang sangat lemas, jangankan untuk main handphone untuk memegang handphone saja Zaina tidak sanggup. Pintu kamar Zaina terbuka, ternyata Karina yang masuk ke kamar Zaina. Karina mengelus rambut Zaina dan tiba-tiba gadis itu tersadar dari tidurnya dan bangun. "Mamah" panggil Zaina yang langsung merubah posisinya menjadi duduk. Karina langsung memeluk Zaina sangat erat. "Maafin mamah ya sayang, mamah engga bermaksud marah-marah sama kamu. Maaf karena mamah, kamu kena pukul sama papah kamu" Pecah tangis Karina. "Gapapa mah Zaina ngerti dengan keadaan tadi malam, justru Zaina yang minta maaf karena keluar malem-malem." kata Zaina yang memeluk Karina. "Badan kamu panas banget sayang, kita ke dokter ya sekarang?" Ajak Karina. Zaina menggeleng "Engga usah mah, paling sebentar lagi Zaina sembuh" Tolak zaina yang akan dibawa berobat. "Yaudah kamu istirahat, kalau besok gakuat kuliah gausah kekampus dulu ya sayang" Ujar Karina. Zaina hanya mengangguk patuh dan Karina telah melangkah keluar kamar Zaina, memberi kesempatan untuk anaknya beristirahat. **** Tepat jam 11 malam Biantara sudah berada dirumah, dirinya sedang bersih-bersih badan. Setelah selesai dengan kegiatan bersih-bersihnya, ia tiduran dikamarnya. Bian membuka akun Instagramnya dan mempost sebuah foto. Raskhabiantara I've met who I'm looking for. Liked by Arshakahay.den and 2.645 others @Raskhabiantara mematikan kolom komentar Biantara menulis caption tersebut mengartikan, bahwa ia telah menemukan apa yang selama ini ia cari yaitu Aletha. Tidak lama kemudian Aletha mengunggah sebuah foto juga. Alethanasya Yes you are Liked by Denalana and 7.987 others View all 77 komentar Geanastasya_ Bian ya Al? Upsss Denalana HAHAHA IYA NIH GE YANG SEMALEM Jessira.giela Bian? Caption yang dituliskan Aletha mengartikan, bahwa seseorang yang dilukisan itu menggambarkan sosok yang bisa membuat aletha tenang dan nyaman. That its Biantara. **** Esok hari dikampus Jessira sudah datang duluan dan ia sedang memainkan ponselnya, kemudian Zaina datang. Jessira yang awalnya sibuk dengan ponselnya kini langsung menaruh ponselnya. Jessira memegangi tangan Zaina, raut wajah gadis itu terlihat sangat khawatir "Zaina gimana keadaan lo?" "Its oke, I'm fine" jawab Zaina tersenyum Jessi sedikit lega karna Zaina bisa tersenyum meskipun Jessi tau bahwa sekarang Zaina sedang berbohong. "Gue khawatir sama lo Zai" Jessira mengelus pundak Zaina "kenapa lo engga bales pesan gue terus engga ngangkat telpon gue Zai?" "Sorry ya Jess, gue engga bermaksud gamau bales pesan lo. Kemaren gue demam jangankan buat bales buat megang hp aja gue engga sanggup Jess" jelas Zaina. "Ya ampun Zai. Maaf ya gue gatau kondisi lo. Sekarang gimana lo udah baikkan?" Jessira memegang kening Zaina memastikan demam Zaina sudah turun atau belum. Zaina mengangguk. "Gue udah baikkan ko Jess, lo gausah khawatirin gue" ucap Zaina. Orangtua Zaina bertengkar sudah sekitar 4 bulan lalu dan tidak ada satupun temannya yang mengetahuinya. Maka dari itu ketika Jessi mengetahui kondisi rumah Zaina, ia sangat terkejut pasalnya keseharian Zaina dikampus seperti orang yang tidak punya beban. Zaina anak yang cerita sering ngelawak serta ngedumel dan Zaina tipe segala sesuatu selalu ia ketawakan, mendengar bapak-bapak bersin saja ia bisa tertawa. Flashback On Aletha, Alana, Gea, Jessi dan Zaina sedang berjogging mereka berjalan sejajaran, Gea sedang asik bercerita tentang hal lucu semua tertawa terlebih Zaina yang paling keras. Mereka berhenti sejenak. Huachihhhhhh... suara Bapak-bapak bersin yang sangat keras. "Bhakakakakakak" Zaina tertawa tidak kuat sampai kakinya lemas dan muka memerah akibat tertawa. Melihat Zaina seperti itu membuat teman-teman nya pun ikut tertawa. Flashback Off Zaina memegang tangan Jessira "Jess gue mohon buat jangan ceritain ini ke siapa-siapa apalagi sampe ke Aletha, Gea, Alana jangan sampe mereka tau. Cukup lo Agas sama Arshaka aja yang tau" "Mampushh! mati deh gue" Batin Jessi pasalnya semalem Jessi bercerita tentang Zaina ke Aletha. "Gue harus cepet-cepet kasih tau Aletha nih." Jessi bercerita ke Aletha pun ada alasannya, agar Aletha bisa menghibur Zaina. Karna Jessira sangat khawatir dengan keadaan Zaina dan bingung apa yang mesti ia lakukan, maka ia menceritakan ke Aletha. Diantara para sahabatnya hanya Alethalah yang bisa membantu sebuah permasalahan teman-temanya. Cepat-cepat Jessira mengirim pesan untuk Aletha. Aletha Bawel   Aletha.. mati deh gue, Zaina ngelarang gue untuk ceritain tentang orangtuanya kesiapapun tapi gue udah ceritain ke lo Hayolohhh panik ga? panik ga? paniklah masa engga hahaha Aletha gue seriusan anjir. Lo pura-pura gatau aja ya Al plisplisss Iyak iyak, lagian lo main cerita-cerita aja masalah orang. Ih niat gue cerita kan agar lo bantu Zaina , gue khawatir sama Zaina. Iya gue juga khawatir sama Zaina. Oke tenang aja gue pura-pura engga tau dan berusaha hibur Zaina nanti. okee good girl Jessi yang mengerti keadaan Zaina saat ini hanya mengangguk. Sebenarnya Jessira ingin memberitahu teman yang lainnya dengan tujuan agar mereka bisa menghibur Zaina namun karena pemintaan zaina membuat Jessi menahan agar tidak bercerita dahulu. Dua bulan kemudian Aletha dan Biantara kini semakin dekat, masing-masing menaruh hati yang sama. Mereka sama-sama sayang dan cinta, namun tidak ada dari mereka yang jujur dengan perasaan masing-masing. Saat ini Aletha dan para sahabatnya sedang berkumpul sambil kerja kelompok. "Gaisss.. gaiss ada info pentinggg." Kata Jessi yang heboh. "Ada paan sihh? gosip mulu nih bocahnya." Jawab Zaina sambil memukul pelan pundak Jessira. Geaxara pun menoleh dan berkata "Oiyaaa besok Alana ultah yaaa" kemudian semua bersorak "Oiyaaa traktirr bisa kale hahahaha." "Ssttttttt berisikberisikkkkkk. Iya iyaaa rencana gue mau bikin party gitu tapi dimalem minggu aja kalo besok nanggung malem sabtu. Tapi lo semua dateng ya hari sabtu acara malem dan dresscode nya putih awas sampe gadatengg." Ucap Alana menatap temannya satu persatu. Alana berpikir sejenak "Eh iya jangan lupa bawa Doi ya kalo ada hahahahah." "Yaelah gampang gue bawa Alrez nanti." Sambung Gea Jessi dan Zaina berbarengan mengancungkan jempol yang mengartikan mereka akan membawa pacar mereka masing-masing. Jessira akan membawa Agas dan Zaina akan bareng dengan Arshaka, Zaina dengan Arshaka sudah berpacaran sekitar 1 bulan lalu. Kini mereka semua menoleh ke Aletha, Geaxara bertanya ke Aletha "Al lo dateng sama Biantara kan?" "Hhmm... Kayaknya sih." Jawab Aletha sedikit ragu. "Pokoknya harus dateng ya lo sama Biantara titikkk!!" Perintah Alana. "Duhhh gue gatau nih, masa gue main ajak ajak anak orang gitu aja." Ucap Aletha. "Ya.. ya gapapa Al sebenernya lo pacaran ga sih sama Biantara?" Tanya Zaina yang kepo akut. Aletha mendorong pelan tubuh Zaina yang mendekati dirinya. "Kepo lo! Lagian Biantara mana mau sama modelan kayak gue." "Gamungkin! Gue sering liat gerak gerik dia Al dia punya rasa yang sama kayak lo. Gini deh lo coba ajak aja dulu urusan mau engga mau belakangan." Tegas Jessi. "Engga janji." **** Saat ini Biantara sedang bermain basket dengan Agas. Biantara yang sedang melamun itu tiba-tiba kepalanya terkena sebuah bola basket, ulah siapa lagi kalau bukan Agas? "Woii bolanya kena kepala gue! Gabisa main lo?." Sentak Biantara emosi. "Ya abisnya lo melamun mulu daritadi, kenapa sih lo? Tumben tumbenan melamun." Ucap Agas yang sambil memasukkan bola basket ke ring. "Gue bingung deh gas" Kata Bian yang kembali melamun. "Pegangan" Agas membercandai Bian. Bian menatap tajam Agas. "Eh iya ampun wkwk... Apaansii yang lu bingung-in?" kata Agas yang penasaran. "Tentang Aletha." "Caelaahhh kan udah gue bilang tembak itu orang buru, nanti diambil orang nyesel lo." Ucap Agas sambil duduk disamping Bian. "Nah itu masalah Gas gue gatau apa Aletha punya perasaan yang sama kayak gue, gue takut kalau dia nganggep gue Cuma sekedar teman engga lebih." Suntuk Bian yang lemas. "Gini nih orang belum coba udah putus asa. Ah pesimis lo! Gue tuh sering perhatiin lo bedua dan ya gue pastiin Aletha punya perasaan yang sama kayak lo Bian!" Tegas Agas. Bian diam sejenak "Oke gue bakal nyatain ini ke Aletha tapi kapan moment yang tepat." "Gue punyaide." Ucap Agas dengan tersenyum lebar. "Apa?" "Hari sabtu besok Alana ultah terus dia ngadain party dirumahnya. Gue yakin sih Aletha ngajak lo Bi, soalnya Jessi ngajak gue." "Nah ketika ditengah-tengah acara, kita minta kerjasama dengan Alana buat lo nembak Aletha." Usul Agas dengan panjang lebar. kedua mata Biantara melotot hebat. "Heh lo gila? Ya kali gue nyatain depan banyak orang. Berduaan sama Aletha nya aja gue gemeter gimana didepan semua orang." Sahut Bian yang tidak terima usul dari Agas. "Lo lakik bukan sih? Cewe itu suka kalo di surprise kayak gitu jadi ikutin usul gue titik!" Perintah Agas yang tegas. "Hhmm.. kalau dia engga ngajak gue, tapi malah ngajak yang lain gimana Gas?" kata Bian lemas. "Derita lo! Lagian anak orang ga dikasih kepastian." Ucap Agas yang sudah kesal karna Bian tidak pernah jujur dengan perasaannya. "Jahat lo ah" Bian sambil melempar bola basket ke Agas. ***** Kini Bian sedang otw menjemput Aletha yang masih di kampus, baru saja Bian sampai ke gerbang kampus Aletha sudah ada disana dan teman-teman Aletha pun juga sudah berpulangan. "Haii cantikk gimana hari ini?" Tanya Bian sambil mengasih helm ke Aletha. "Amann." Jawab Aletha sambil naik ke motor Bian. Diperjalanan mereka berdua berdiam. Tak lama Aletha pun membuka pembicaraan. "Bi" Bian menoleh ke Spion motor "Kenapa?". "Besok Alana ultah, Sabtu sore nya dia ngadain party dirumahnya. Eehmm gue mau lo nemenin gue ke tempatnya Alana, kira-kira lo bisa ga?." Ucap Alana. Biantara mengangguk cepat. "Bisa Al." Tak terasa, Mereka berdua sudah sampai dirumah Aletha dan langsung masuk kerumah Aletha. Bian memang sering main dirumah Aletha begitu pun sebaliknya. "Kaakkk Bian." Panggil Dena sambil salim dengan Bian. Dena sang adik Aletha memang sangat akrab dengan Biantara, kedua nya saling bermain bareng ketika sedang bersama. "Haiii adik manisss" Biantara mengelus lembut kepala Dena. "kamu lagi apa den?" Tanya Bian karna Dena sedang membawa kertas putih. "Aku ada tugas lukis pemandangan ini baru mulai gambar ka" jawab Dena. Dena pun juga jago gambar dan melukis sama seperti kakaknya. Biantara sedang memikirkan ideide untuk tugas dena, tiba-tiba saja Dena mengatakan "Ka Bian udah pacaran ya sama ka Aletha?" Bian pun terlonjak kaget "Ehh engga ko den." "Masa sih? Soalnya tadi malem ka Aletha megangin foto ka Bian sambil bilang gue sayang lo I love u Bi git---" Belum selesai Dena ngomong, Aletha datang membawa minuman untuk Biantara. Kedua mata Aletha melotot ke Dena "Dennaaa diem! Udahudah sana ah." Dena pun kabur untuk melanjutkan tugasnya. "Nih minum." Aletha memberi minum ke Bian "Thanks.. hmm jadi bener nih yang dikata Dena?" Ledek Bian sambil mengangkat alisnya. "Percaya aja sama anak kecil" Bantah Aletha. "Loh justru anak kecil itu jujur-jujur loh Al" Bian masih meledeki Aletha. "Udahh diem ga!" Aletha melototi Bian. Sudah 2 jam Bian berada dirumah Aletha, mereka hanya mengobrol apa yang terjadi pada hari ini. Biantara mengajak Aletha untuk membeli kado untuk Alana sekarang dan disetujui oleh Aletha Mereka kini menuju sebuha toko kado, jaraknya tidak jauh dari rumah Aletha. sekitar kurang lebih 400meter. Aletha dan Biantara sudah sampai di toko kado dan sedang memilih kado yang pas untuk Alana. Ketika sedang melihat lihat terdapat sebuah tanaman kecil. Aletha menatap tanaman itu dengan lama, Biantara pun menyadari apa yang Aletha lihat "Ambil aja Al kalo mau" Tubuh Aletha tersentak kaget karna tiba-tiba Biantara berada dibelakangnya. "Ehh engga engga.. Cuma mau lihat aja lucu soalnya" ujar Aletha. Tanpa basa basi Bian langsung mengambil Tanaman tersebut dan membayarnya bersamaan dengan kado Alana. "Bian gausah dibeli" perintah Aletha. "Lah kan udah dibayar Al" Kata Bian yang sambil meninggalkan kasir. Sekian untuk part ini
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD