"Yovie....?"Gumam Serkan sekali lagi dengan tatapan yang menatap dangan dalam pada wajah Yovie saat ini. Yovie anak itu mengangguk mantap dengan senyum lebarnya. Kedua mata kecilnya berkaca-kaca dalam sekejap menatap dengan tatapan yang tak kalah dalam pada Serkan. Papanya, ya, Yovie nggak salah dengar kan barusan. Kakaknya Hanin berkali-kali memanggil laki-laki besar, dan tinggi di depannya saat ini dengan panggilan papa. Yovie yang diam-diam sudah bangun, dan mengintip di atas sofa, mencuri dengar, mendengar semua ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Serkan, dan kakaknya Hanin. Tapi , ucapan yang di tangkap, yang sangat di ingat dengan tajam oleh Yovie, kalau Laki-laki tinggi yang sedang menatap dirinya saat ini adalah papanya. Papanya kakak Hanin, berarti papanya Yovie j

