Serkan menahan kedua bibir, dan mulutnya yang ingin tersenyum lebar sedari tadi. Tapi, di tahan oleh laki-laki itu sebisa mungkin. Sejak ia keluar dari ruangan Dokter Bambang. Nanti ia di kira orang gila apabila terus tersenyum tanpa ada hal lucu yang di lihat oleh mata telanjang orang-orang di sekitarnya. Iyah, Serkan semyum karena sedang di sapa, dan liputi oleh rasa bahagia yang besar saat ini. Bahkan momen pertemuannya dengan anaknya Hanin beberapa saat yang lalu sudah di lupakan oleh laki-laki dalam sekejap. Perasaan membuncah karena akan memiliki anak laki-laki sebentar lagi dalam hidupnya, membuat Serkan melupakan hal lain dengan bersih saat ini, detik ini. Penjelasan yang berisi kabar baik dari Dokter tentang kesehatan Bunga, ah kesehatan, dan kesburan rahim wanita itu yan

