Part 3

1207 Words
“Udah deh gue matiin ya” ucap Steve “Eh tunggu!” seru Dean yang membuat Steve menghentikan tangannya yang hampir mematikan panggilan tersebut “Ana udah tahu soal ini?” tanya Dean “Siapa?” tanya Steve “Ana, Anahera Angel” jawab Dean “Soal apa?” tanya Steve “Soal perjodohan inilah” jawab Dean “Belum” jawab Steve “Lo gak kasih tahu dia?” tanya Dean “Pasti gue kasih tahu kok” jawab Steve “Kapan?” tanya Dean “Secepatnya” jawab Steve “Udah ya, gue masih ada kerjaan kantor” sambung Steve “Dimana-mana kerjaan mulu yang dikerjain” ucap Sam “Daripada santai-santai kayak lo” ucap Dean “Lama-lama lo beneran-“ Steve mematikan panggilan itu karena yang terjadi selanjutnya hanya pertengkaran biasa antara Sam dan Dean. Sam membuka laci paling bawah dari mejanya untuk mencari sebuah berkas lama. Saat mencari-cari isi laci tersebut, Steve menemukan sebuah bingkai foto yang ternyata masih ia simpan sejak lama. ‘Gak ikut terbuang kayaknya waktu itu’ batin Steve Steve meraba lagi isi laci tersebut dan menemukan berkas yang ia cari. Steve duduk di kursinya sambil membuka berkas lama itu. Matanya mulai teralih dengan bingkai foto yang ia temukan tadi. Steve mengambil bingkai foto itu dan membersihkan debu yang sudah banyak hinggap di bingkai foto itu. Matanya mulai tertuju dengan foto yang ada pada bingkai foto itu yang menampakkan dirinya yang waktu itu masih duduk di bangku SMA bersama seorang gadis cantik yang juga memakai seragam SMA sambil tersenyum manis. Steve menatap foto itu dengan tatapan pedih sebelum akhirnya tersenyum pahit. Steve meletakkan kembali foto itu di atas meja. ‘Besok bakalan gue buang’ batin Steve yang kemudian mulai fokus dengan berkas tadi ***** Zanna menatap jam dinding kamarnya yang sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam. Setelah selesai makan malam tadi, Zanna langsung menuju kamarnya untuk melanjutkan naskah ceritanya yang tak kunjung selesai. Zanna menghembuskan nafas berat lalu mengambil ponselnya dan membuka aplikasi i********: dan mencari akun yang bernama Steve. Zanna keluar dari aplikasi itu dan mematikan ponselnya saat tidak kunjung menemukan akun asli dari mantannya dulu. Setelah saling kehilangan kontak, Steve dan Zanna juga sama-sama saling unfollowers di semua akun. ‘Kayaknya dia ganti username deh’ batin Zanna Zanna terkejut saat mendengar ponselnya yang berdering tanda ada panggilan masuk. Zanna melihat nama yang tertera di panggilan itu dan ternyata adalah Amanda. “Halo” sapa Zanna “Zan, besok Vira ulang tahun” ucap Amanda “Vira? Vira siapa?” tanya Zanna “Itu loh teman kita waktu kuliah, tiba-tiba hubungi gue, mau undang lo sama gue ke acara ulang tahunnya” jawab Amanda “Kok tiba-tiba? Special banget?” tanya Zanna “Katanya sih sambil lamaran” jawab Amanda “Lamaran apa?” tanya Zanna “Lamaran kerja” jawab Amanda “Ohh” balas Zanna Amanda menepuk jidatnya heran melihat Zanna. “Lamaran pernikahan lah Zanna sayang!” seru Amanda “Terus lo datang?” tanya Zanna “Iya deh kayaknya” jawab Amanda “Gue kayaknya gak bisa” ucap Zanna “Kenapa?” tanya Amanda “Gue ada persiapan perjodohan itu” jawab Zanna “Oh iya ya” jawab Amanda “Ya udah deh, nanti gue sampaikan alasan lo” sambung Amanda “Iya, thank you ya” ucap Zanna “Oke” balas Amanda Amanda memutuskan panggilan itu dan Zanna kembali fokus untuk menyelesaikan naskah ceritanya. ****** Keesokan harinya, tepat pukul tujuh malam, Steve menatap dirinya dipantulan cermin yang sedang mengenakan setelan jas rapi berwarna abu-abu dengan dalaman kemeja putih serta lengkap dengan dasi. “Lo harus buka hati” ucap Steve pada dirinya sendiri Tok! Tok! Tok! Cassey mengetuk pintu kamar Steve dari luar. “Sayang, udah siap belum?” tanya Cassey “Udah, ma” jawab Steve “Buruan, nanti telat” ucap Cassey “Iya, ma” ucap Steve Steve bergegas keluar kamarnya dan turun menuju ruang keluarga. Disana Steve menemukan Cassey, Manuel serta Alex yang sudah berpakaian dengan rapi. “Ayo!” ajak Manuel Mereka semua keluar dari rumah dan masuk kedalam satu mobil yang akan dikemudikan oleh Manuel. ****** Lagi dan lagi Zanna terkejut mendengar dering ponselnya sendiri tanda ada panggilan masuk. Zanna melihat nama yang tertera di ponselnya yang ternyata adalah Aleeza. ‘Tumben’ batin Zanna Zanna kemudian menjawab panggilan itu. “Halo” sapa Zanna “Zan” panggil Aleeza “Kenapa?” tanya Zanna “Gue mau minta tolong” jawab Aleeza “Minta tolong apa?” tanya Zanna “Gue mau nginap di rumah lo malam ini, boleh gak?” tanya Aleeza “Tumben banget, kenapa?” tanya Zanna “Gue lagi kerja paruh waktu terus kayaknya bakalan pulang malam banget, tapi dekat dengan rumah lo. Gue gak berani pulang sendiri ke rumah gue, jauh soalnya” jelas Aleeza “Boleh kok, lo datang aja” jawab Zanna “Serius? Orangtua lo gak masalah kan?” tanya Aleeza “Ya elah, Al. Kayak sama siapa aja sih lo, udah datang aja” jawab Zanna “Oke Zan, thank you” ucap Aleeza “Oke” ucap Zanna Zanna memutuskan panggilan itu. “Sayang, ayo! Nanti telat” seru Hanna “Iya ma” balas Zanna Zanna keluar dari kamarnya dan menemukan Jonathan dan Hanna yang sudah menunggunya. Hanna tersenyum saat melihat putrinya yang sangat cantik mengenakan dress yang baru ia beli khusus untuk acara hari ini. “Ayo pa, ma!” ajak Zanna Hanna dan Jonathan mengangguk. ****** Sesampainya di restoran tempat bertemu, Steve dan keluarganya masuk dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Cassey menghampiri Steve dan merapikan jas yang Steve kenakan. “Anak mama ganteng banget hari ini” puji Cassey Steve tersenyum tipis. Cassey kembali duduk di tempat duduknya. Beberapa menit kemudian, Steve mendengar beberapa langkah kaki yang sedang menuju meja mereka. Steve menoleh kebelakang dan menemukan dua perempuan dan seorang laki-laki. “Halo bro” sapa Jonathan kepada Manuel “Apa kabar?” tanya Manuel “Baik” jawab Jonathan Cassey memeluk Hanna sebagai sapaan, kemudian Jonathan dan Hanna menyapa Alex. Steve mematung saat melihat seorang gadis yang mengenakan dress berwarna putih elegan yang juga tengah menatap dirinya sambil mematung. “Sayang, ayo duduk!” ajak Hanna saat melihat Zanna mematung sambil berdiri Zanna tersadar dan segera duduk di tempat yang sudah disediakan. Orangtua Steve dan orangtua Zanna memperkenalkan anak mereka masing-masing. Steve masih mematung sambil menatap Zanna yang duduk di depannya dan akhirnya beralih menatap yang lain saat Zanna melihat dirinya. ‘Dari sekian banyak orang, kenapa harus dia lagi?’ batin Steve “Steve, sapa dong Zanna, biar cepat akrabnya” ucap Cassey Zanna tidak berani menatap mata Steve saat melihat Steve mulai menyerngitkan dahinya dan menatapnya dengan tajam. ‘Apa dia masih marah tentang waktu itu?’ batin Zanna “Kita udah kenal, ma” ucap Steve Hal itu membuat semua sontak terkejut termasuk Alex. “Bagus dong, berarti kalian bisa cepat proses pendekatannya” ujar Hanna Steve kembali menatap Zanna yang tengah menunduk untuk menghindari kontak mata dengannya. “Dia mantan aku” ucap Steve Hal itu kembali membuat mereka terkejut. “Maaf sebelumnya, tapi aku menolak perjodohan ini” sambung Steve sambil bangkit berdiri meninggalkan Zanna, keluarga Zanna dan juga keluarganya di restoran itu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD