Part 12

1181 Words
Steve melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Jam itu menunjukkan pukul delapan pagi. ‘Ah sial, telat lagi’ batin Steve Steve merasa akhir-akhir ini sangat susah untuk bangun jam lima atau enam pagi. Ia jadi tak pernah olahraga pagi atau hanya sekedar berlari pagi lagi karena selalu telat bangun. Jadi, Steve memutuskan akan tidur cepat saat malam agar besok pagi bisa berlari pagi. Steve yang sudah selesai bersiap-siap untuk menuju kantornya segera keluar dari kamar. Ia turun menuju meja makan. Steve mendengar suara mengobrol dari ruang keluarga. Ia memutuskan untuk memeriksa ruang keluarga dulu. Betapa terkejutnya Steve saat melihat Zanna yang sedang asik mengobrol dengan Manuel. ‘Ya ampun!’ batin Steve Steve segera pergi dari sana sebelum Zanna menyadari kehadirannya. Steve bertemu dengan Cassey di meja makan. “Loh sejak kapan kamu keluar dari kamar?” tanya Cassey “Barusan ma” jawab Steve “I-itu dia ngapain ada di sini?” tanya Steve “Siapa? Zanna?” tanya Cassey Steve mengangguk. “Mau ketemu kamu kayaknya” jawab Cassey “Aku keluar lewat belakang aja deh” ucap Steve “Kamu temuin lah dia, kasihan udah nunggu dari jam setengah tujuh pagi” ucap Cassey “Ya siapa suruh dia datang sepagi itu?” tanya Steve “Pokoknya kamu harus ketemu sama dia, setidaknya sapa kek apa kek, gimana hubungan kalian mau berkembang kalau kamu gak dukung Zanna supaya kalian lebih dekat?” tanya Cassey Steve terdiam. Menjawab ucapan Cassey hanya akan jadi perdebatan panjang. “Kamu makan dulu ya?” tanya Cassey “Aku makan di luar aja ya, ma” jawab Steve “Loh kenapa?” tanya Cassey “Aku ada rapat soalnya di kantor sebentar lagi” jawab Steve “Oh gitu, ya udah” balas Cassey Steve pamit pergi pada Cassey. Ia dengan sangat terpaksa berjalan melewati ruang keluarga. “Steve!” panggil Manuel Steve menoleh. “Ini ada Zanna, kamu sapa dulu” ucap Manuel Steve melihat Zanna yang sudah tersenyum cerah. “Aku mau ke kantor, pa” pamit Steve kemudian melangkah pergi “Gue ikut” ucap Zanna Steve tidak menanggapi dan terus berjalan keluar. Zanna ikut masuk ke mobil saat Steve masuk ke mobil terlebih dahulu. “Lo kenapa naik?” tanya Steve “Gue kan udah bilang, gue mau ikut” jawab Zanna “Gak” tolak Steve “Gak mau tahu, gue pokoknya mau ikut” ucap Zanna Sebuah pesan masuk pada ponsel Steve. ‘Pak, rapatnya sebentar lagi mau di mulai’ Begitu isi pesannya. Steve tidak ada waktu melayani Zanna. Steve menghidupkan mobilnya dan melajukan mobil menuju kantornya. Setelah tiba di kantor, Steve masuk ke ruangannya sebentar sampai akhirnya menuju ruang rapat. Zanna memutuskan untuk menunggu di ruangan Steve. Zanna bermain dengan ponselnya, beberapa menit berjalan ia mulai bosan. Zanna memasukkan ponselnya pada tas kecil miliknya. Ia mulai bangkit berdiri dan menjelajahi ruangan milik Steve yang besar. ‘Klasik banget ruangannya’ batin Zanna Zanna melihat meja Steve yang berantakan dengan berbagai berkas di atasnya. Zanna memutuskan untuk membersihkan serta merapikan meja itu. Setelah selesai, Zanna kembali duduk di sofa ruangan itu. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Steve masuk ke dalam ruangan. Steve mencari berkas yang tadi ia letakkan di atas meja. ‘Dimana sih?’ batin Steve “Cari apa?” tanya Zanna Steve tidak memedulikan Zanna dan memanggil sekretarisnya. “Siapa yang bersihin meja?” tanya Steve “Bukan saya pak” jawab sekretaris itu “Lalu siapa?” tanya Steve Sekretaris itu menatap Zanna yang sudah mengangkat tangannya. Steve menghembuskan nafasnya berat. “Kamu boleh keluar” ucap Steve Sekretaris itu mengangguk dan keluar dari ruangan itu. “Lo lihat berkas dengan map warna merah,?” tanya Steve Zanna menggeleng. Steve memijat keningnya. “Yang suruh lo rapihin meja gue siapa?” tanya Steve “Gue yang mau sendiri” jawab Zanna “Lo kurang kerjaan banget!” seru Steve kesal “Gue bosan, makanya gue rapikan meja lo” ucap Zanna “Lagian tadi emang gak ada berkas warna merah kok” sambung Zanna Steve kembali mencari di setiap laci meja yang ada di ruangannya. Zanna yang menundukkan kepalanya melihat berkas warna merah di lantai ujung dekat lemari. “Itu” ucap Zanna sambil menunjuk ke arah berkas Steve melihat dan menghembuskan nafas lega. Ia mengambil berkas itu dan segera keluar dari ruangannya. Zanna berdecak kesal. ‘Bilang terimakasih kek’ batin Zanna Zanna kembali duduk di sofa. Sekitar empat puluh menit kemudian, Steve masuk ke ruangannya dan menemukan Zanna yang tertidur. Steve menggelengkan-gelengkan kepalanya. Ponsel Zanna berdering, membuat pemiliknya terbangun. Zanna menjawab asal panggilan itu. “Halo” sapa Zanna dengan suara serak Orang itu tertawa. “Siapa?” tanya Zanna “Lo gak simpan nomor gue?” tanya laki laki itu Zanna secara reflek melihat nama yang tertera dipanggilan itu. “ Eh Alvis?” tanya Zanna “Iya” jawab Alvis “Sorry, gue tadi asal jawab aja gak lihat siapa nelfon” ucap Zanna “Lo baru bangun? Serak banget suara” tanya Alvis “Iya gue tadi ketiduran” jawab Zanna Zanna menoleh ke arah kiri dan terkejut saat menemukan Steve sedang duduk dan fokus pada laptopnya. ‘Sejak kapan dia ada di situ?’ batin Zanna “Zan” panggil Alvis “Iya kenapa?” tanya Zanna “Gue udah di rumah lo nih” jawab Alvis “Maksud lo?” tanya Zanna “Kata nyokap lo, lo gak ada di rumah” jawab Alvis Zanna menyerngitkan dahinya. “M-maksudnya lo lagi di rumah gue sekarang?” tanya Zanna “Iya” jawab Alvis “Bukannya lo harusnya baru sampai ya? Kenapa langsung ke rumah gue?” tanya Zanna “Enggak kok, gue percepat. Jadinya sampai kemarin dan gue ke rumah lo hari ini” jawab Alvis “Lo dimana? Ketiduran dimana?” tanya Alvis Zanna menatap Steve yang masik asik dengan laptopnya. Zanna tersenyum. “Di kantor pacar gue” jawab Zanna Steve yang mendengar hal itu, langsung menatap sinis ke arah Zanna. Alvis terdiam. Tidak ada suara. “Halo” panggil Zanna “Alvis?” panggil Zanna lagi “Zan, kalau gitu gue ke rumah lo nanti aja ya” ucap Alvis “Eh i-iya” balas Zanna Alvis memutuskan panggilan itu. ‘Kenapa sih dia?’ batin Zanna Zanna melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua belas siang. ‘Saatnya makan siang’ batin Zanna riang “Steve” panggil Zanna Steve melihat Zanna. “Ayo makan siang!” ajak Zanna “Gak” tolak Steve “Kenapa?” tanya Zanna “Gue sibuk” jawab Steve “Tapi gue lapar” keluh Zanna “Ya udah makan” balas Steve ketus “Emang lo gak lapar?” tanya Zanna “Lo pergi makan aja, jangan ganggu gue” jawab Steve Zanna mengerucutkan bibirnya. Ia masih berdiri di samping Steve. Bisa terdengar suara perut yang sudah sangat ingin menerima makanan masuk. Steve menghembuskan nafasnya kemudian menatap Zanna yang sudah mengeluarkan tatapan puppy eyes sambil mengerucutkan bibirnya. “Ya udah, ayo makan!” ajak Steve “YEAY! Akhirnya!” seru Zanna dan berjalan terlebih dahulu menuju pintu Tanpa sadar, Steve mengulum senyumnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD