"Bara,Lo serius nih kita gak lanjut buat nyerang anak SMA 1 lagi?" Albara yang tenang meminum teh poci kesukaannya pun, menjauhkan cup minumannya dan menaruhnya di atas meja.Kemudian ia menatap Arbani dan mengangguk pasti. "Sandi bahkan belum keluar rumah sakit sampai sekarang,Lo lebih banyak korban yang berjatuhan?"ujar Albara. Arbani menghela napas."Oke,untuk masalah Sandi emang luka dia parah banget.Tapi yang buat dia kayak gitu kan cewek misterius itu.Dia bukan dari pihak lawan, buktinya selain nyerang kita dia juga nyerang pihak lawan.Waktu itu dia kebetulan lewat dan mungkin kesinggung karena ada yang gak sengaja lukain dia.Jadi gak ada alasan buat kita takut.Anak-anak SMA 1 masih sekumpulan pecundang yang sok punya muka,"ujar Arbani dengan tangan yang mengepal karena emosi. "Buk

