Mata Albara terbuka perlahan ketika seseorang menggoyangkan tubuhnya yang tengah terlelap. "Bara, bangun dulu," ujar seorang perempuan yang ternyata adalah mamahnya. Albara melenguh pelan, salah satu matanya terbuka, memperhatikan wajah mamahnya yang tampak serius. Meskipun rasa kantuk masih menghantui benaknya, ia bersikap patuh dan berusaha bangun serta menegakkan duduknya. "Kenapa, Mah?" tanya Albara dengan suara yang berat, terasa berat untuk berkata-kata. Mamahnya menarik nafas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian sebelum bertanya. "Kamu sudah punya pacar?" Ia menatap tajam pada Albara, mencari tanda-tanda ketidakjujuran dari balik wajah khas bangun tidur putranya itu. Albara memandang bingung, berusaha mencerna pertanyaan mendalam yang baru saja dilontarkan. Belum lagi kehanga

