Kenanga menggeliat, tubuhnya letih ia bahkan tidak ingat apa yang terjadi tadi. Kenanga menyentuh ujung pergelangan kakinya yang membiru. Kenanga menatap pak Bambang suaminya dengan pertanyaan namun pak Bambang hanya tersenyum tipis. Kemudian memanggil bibi untuk mengobati kaki Kenanga yang terluka. Bibi mengompres kaki tersebut dengan hati-hati. Ada rasa iba melihat keadaan Kenanga. "Bi, sebenarnya apa yang terjadi padaku ?" tanya Kenanga menuntaskan rasa penasarannya. Kenanga merasa heran mengapa dirinya tiba-tiba terluka seperti ini, ada beberapa memar di tubuhnya. "Tadi mbak Kenanga di celakai orang." "Maksudnya Bi ?" Kenanga makin nggak ngerti. Ia benar-benar tidak sadar tentang sesuatu yang menimpanya tadi. "Nanti mbak Kenanga tanya sama bapak saja, bibi kurang faham, nanti b

