Ardian berjalan memasuki ruangan kantornya. Ia berjalan dengan langkah lemas dan dari tadi memegangi leher bagian belakang dengan mematahkan kepala ke arah kanan dan kiri beberapa kali. "Ar, kau jadi datang? Bukankah katamu tadi kau pusing?" Suara Ivan terdengar menyapa Ardian begitu Ardian baru datang. "Kenapa kau ada di sini?" Ardian belum menjawab dan justru bertanya hal lain. Ia berjalan ke arah meja kerjanya. "Aku mengambil laporan tahun lalu yang kena komplain," jawab Ivan yang berjalan mendekat ke arahnya. "Eh! Bukankah kau kemarin sedang jalan-jalan bersama istri dan anakmu? Kenapa kau malah merasa pusing?" "Mereka berkeliaran seperti orang gila. Naik ini itu sesuka mereka. Membuatku mual dan pusing-pusing." "Apa?! Maksudmu, kau juga ikut naik?!" tanya Ivan yang lumayan k

