Nada keluar kamar dan berjalan dengan menghentakkan kakinya kesal. Ia terhenti sejenak ketika melangkah. Nada kembali melihat ke arah kamar Ardian yang juga kamarnya saat itu. Nada mengkerutkan kening kesal melihatnya. "Dasar egois! Tidak mau mendengar penjelasan dulu langsung marah-marah!" gerutu Nada kesal ditujukan pada Ardian. "Pantas saja Kenzi tidak betah di rumah!" tambahnya. Nada lalu kembali berbalik ke arah depan. Dari sana, ia bisa melihat kamar Kenzi. Karena memang jarak antara kamar Kenzi dan kamar Ardian tidak jauh yang berada di lantai dua. Kamar Kenzi nampak tertutup dari dalam. Nada langsung memikirkan Kenzi. Pasti sekarang Kenzi sedang menangis sendirian di dalam kamar. Nada pun berjalan mendekati kamar Kenzi. Setelah berada tepat di depan kamar Kenzi, Nada menempel

