Lima

1063 Words
setelah sesi masak memasak nya selesai ia menyajikan nya dengan begitu rapi di atas meja makan , bibik yang baru bangun terkejut sebab sang nona sudah mempersiapkan nya terlebih dahulu. " ya ampun non, kenapa non tidak bangunkan bibik ? kan bisa bibik bantu " ujar bibik  " maaf bik tapi aku pikir aku bisa sendiri , dan semoga saja dia suka ya bik " ucap alena  " ya tuan pasti suka kok non , nasi goreng udang kesukaan nya loh non , non tau dari mana ? "  " aku hanya tebak tebak aja bik "  " yasudah bik aku mau lanjut kerja dulu ya bye bye bik oh iya nanti kasih tau aku ya ekspresi dia tentang masakan ku ini dan jangan kasih tau dia bahwa aku yang masak "  " non tunggu tuan turun aja , non bisa lihat secara langsung ekspresi tuan kan dan kenapa tuan tidak boleh tau kalau non yang masak  ? " tanya bibik  " iya aku gak mau aja masakan yang aku buat susah payah ini berakhir di tong sampah " ucapny dengan senyum mekar di bibir nya  " yang kuat ya non " bibik tau jika nona mudanya itu tak tersenyum wanita tersebut sedang menahan sakit hati nya namun ia tutup dengan senyum manis di bibirnya tak lama sang suami yang dibicarakan turun degan setelan jas rapi ia langsung ke meja  makan dan melahap nasi goreng yang sudha tersaji di meja makan . " bik " panggil nya kepada bibik yang sudah mengabdi kepada keluarganya selama 20 tahun tehitung sejak rama masih kecil  " iya tuan " jawab bibik mirna  " dimana manda ? " tanya nya sebab istri nya itu tak ia temukan dari tadi  " manda siapa tuan ? " tanya bibik sebab ia baru pertama kali mendengar nama itu  " maksud ku wanita itu "  " oh nona , nona sedang membersihkan kolam di belakang tuan " jawab bibik mendengar jawaban bik mirna rama langsung melanjutkan makannya dalam diam dan setelah itu ia langsung pergi meninggalkan meja makan dan berniat untuk pergi kerja . namun ketika ia sampai di ruang tamu ia tak sengaja berpapasan dengan alena . namun ia yang sejak awal tak memperdulikan wanita tersebut ia hanya melewati nya dan berangkat untuk kerja. alena yang melihat suaminya pergi begitu saja hatinya terasa sakit tiba tiba sebab sang suami benar benar tak menganggap nya bahakan ucap pamit pun tidak . setelah itu ia melanjutkan kerja nya sebagai pembantu di rumah ini dengan daster yang sudah usang, bibik sangat baik dengan nya bibik terkadang membelikan daster baru untuk alena ketika ia pergi berbelanja keluar dan ia sangat berterimakasih dengan itu . pukul 4 sore seseorang berkunjung kerumah alena dan rama seorang itu tak lain adalah elsa sang kekasih rama. " lama kali sih buka nya !!! " ucapnya emosi ketika alena yang membuka kan pintu. " kamu siapa ? " tanya alena  " kamu lupa ha!! kita pernah bertemu di acara pernikahan kamu dan kekasih ku !! " ucapnya setelah ia melenggangkan kakinya dan duduk di sofa empuk ruang tamu   " ahh kamu " ujar elsa dan ia tak memperdulikan itu ia malah memilih untuk melanjutkan pekerjaan nya  " ambilkan aku minum " perintah elsa  " ambil saja di kulkas " jawab elsa sekenanya  " aku mau lo yang ambil !! "  " kamu kan punya kaki dan tangan jadi ambil sendiri ya " " lo nggak dengar ha!! gue mau lo yang ambil  "  " maaf saya bukan pembantu anda " ucap alena lagi lalu ia memilih pergi meninggalkan kekasih sang suaminya itu " tunggu aja lo gue kaduin ke rama nanti " ancam sang kekasih rama itu  bibik yang mendengar keributan di ruang tamu memilih untuk mengambilkan minuman menggantikan alena setelah itu ia mengikuti alena yang memilih untuk duduk duduk di taman belakang " non " ucap bibil dan duduk di samping alena  " hm iya bik " jawab alena setelah lama termenung  " non gak apa apa ? "  " nggak bik , aku anak kuat kok "  " setelah ini masih banyak cobaan , non harus kuat ya "  " iya bik , bantuin alena ya " ucap alena sungguh sungguh  " iya pasti non " jawab bibik  mereka berdua memilih untuk duduk duduk santai  " manda !!! manda !!!!!  " teriak seseorang dari dalam rumah yang tak lain adalah sang suami rama " ah ternyata dia udah pulang bik , aku kesana dulu ya bik" ucap alena dan pergi meninggalkan bibik  " non alena wanita kuat bibik tau " ucap bibik setelah alena pergi  alena yang baru saja sampai di ruang tamu dengan jahat nya sang suami malah menampar nya tanpa sepatah katapun yang keluar  dari bibir nya , alena kebingunagan kenapa sang suami menamparnya . " kenapa tuan menampar saya ? " tanya alena  " kau !! kau sudah berani mengusir kekasih ku ha !!! " emosi nya meledak dan membalik menampar alena kembali  " awww... maaf tuan sa - " saya apa ha !! jangan berlagak kau istri ku !! sebab yang aku anggap istri dan kekasih ku hanya dia bukan kamu !! " potongnya  " maafkan saya tuan " ucap wanita itu setelah sang suami kembali menampar nya  bibik yang melihat alena tak tega ia ingin keluar dan menjelaskan kepada tuannya namun alena menahannya dengan menggerak kan tangan nya kearah bibik untuk tidak ikut campur . " kau harus menerima hukuman mu !! " ucapnya lalu menarik kasar alena ke dalam kamar nya. setelah sampai di kamar rama mendorongnya ke kasur lalu merobek daster usang alena dengan kasar lalu mencium alena dengan kasar  " apa ini hukuman yang anda maksud tuan ? " ucap alena di sela sela ciuman mereka  " kenapa kau tak terima ha !! " " saya lebih baik dipukul dan ditampar dari pada diperlakukan seprti binatang oleh suami saya sendiri " ucap alena kembali  " hmm baiklah aku akan melakukan kedua nya , rasakan neraka yang indah dirumah mu "  ya rama benar benar murka ia memperlakukan alena lebih buruk dari sebelumnya sesuai keingin sang istri ia menampar menjambak memukul lalu menggenjot nya secara bersamaan. mereka lakukan itu sampai subuh menjelang ........................   To be continue guys  ahamdulillah sudah 5 episode  ni , semoga kalian suka yaaa  maafkan author karna masih banyaknya kesalahan penulisan disana sini . mohon untuk support like  dan komennya ya di cerita cerita author terimakasih  ........
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD