Saat aku melewati gerbang sekolah, Syuja dan teman-temannya sudah dihadang oleh siswa-siswa yang tadi bergerombol di depan warung. Bintang, Iman, Galih, Wisnu, Luthfi, termasuk Yudha dan Bram yang selama ini setahuku di kelas jarang terlihat bersama mereka, malah sudah turun dari motor. Sementara Syuja masih duduk di atas motor, tapi kulihat dia sudah menurunkan standart motornya. Aku menoleh ke Farah yang sudah ada di sampingku dengan nafas tersengal. "Cari satpam, bilang ada yang mau berantem." "HAH???" Wajahnya yang kelelahan terlihat terkejut. "Cepat!" perintahku tak sabaran, dengan bingung tapi patuh Farah langsung berlari kembali ke area sekolah. Satu-satunya yang terlintas dibenakku adalah, aku harus menghentikan Syuja. Jangan tanya kenapa, aku sendiri tak tahu alasan pastinya

