Berulang kali aku membolak balik sticky notes. Berulang kali juga aku menghela nafas frustasi. "Tumben hari ini cerewet??" Aku menatap lekat-lekat coretan tangan Syuja. Ada apa denganku sebenarnya??? Kenapa aku merasa marah saat Syuja menyuruhku tak bicara dengannya tadi?? Fokus belajarku benar-benar turun malam ini, tidak seperti biasanya. Aku memutuskan menyudahi mengerjakan latihan soal Matematika setelah dapat beberapa nomor. Aku tahu, besok pasti Pak Sis akan menunjuk murid-muridnya untuk mengerjakan di depan kelas seperti biasanya. Tapi aku tak mau ambil pusing, moodku masih seburuk tadi sore. Tiba-tiba ponsel yang kuletakkan di samping buku pelajaran, bergetar dibarengi dengan masuknya notif pesan. Aku mengambil dan melihat pesan dari siapa yang masuk. Tertulis nama depan Ra

