Rangga datang dengan tatapan tajam ke arah dua laki-laki yang berani menggoda wanita kesayangannya. "Brak!" Erwan menggebrak meja dengan keras hanya dengan sekali sentuhan tangan. Tidak sakit karena dia cukup terbiasa dengan kekerasan. "Bisakah anda bersikap sedikit sopan tuan?," tanya Rangga santai. Bagaimanapun Rangga adalah pemilik baru. Dia bisa saja melakukan seenak jidatnya, tapi semua akan membuat citra yang dibangunnya menjadi sia-sia. "Apa pedulimu?," tanya Erwan sombong. "Ini tempat umum dan jangan pernah memaksa barista di sini," jawab Rangga. "Apa maksudmu? Kamu cemburu? Atau tidak bisa membelinya? Oh aku tau, mungkin kamu ingin menjamahnya kan?," cerca Erwan sembarangan. "Tuhan, seperti itukah pandangan mereka kepadaku? Aku di sini hanya mencari materi untuk menghidupi

