Semburat jingga berganti gelap kala Patra menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Cella. Wanita itu memajukan bibirnya, berniat untuk memberikan salam perpisahan. "Cup! Emhh," lenguh Cella saat mendapati Patra justru menarik tengkuknya. "s**t! Senjata makan tuan. Please baby, don't long time," batin Cella seakan meronta mendapat ciuman menuntut dari Patra. Tubuh Cella sudah bebas karena dia sudah tidak mengenakan seltbealt. Begitu juga dengan Patra yang sudah lebih dulu melepas penjepit tubuhnya agar melekat dengan jok kemudi. Seakan semua sudah ada dalam rencana Patra, laki-laki itu menarik pinggang Cella agar merapatkan tubuh ke arahnya. Tanpa melepas ciumannya, Patra tidak membiarkan tangannya ada yang menganggur. Jika tangan kiri berada di pinggang Cella, maka tangan kanan mula

