PINTU ruangan berwarna hitam legam dengan dua pintu besar itu terbuka lebar, menampilkan seorang pria dengan perawakan khas bule dengan mata cokelat terang yang begitu gagah dalam balutan jas birunya. Di belakangnya, ada seorang pria yang tak kalah tampan dengan beberapa tattoo menghiasi belakang telapak tangannya serta tubuh yang dibalut kemeja putih tanpa dasi. Di sampingnya, ada perempuan dengan kemeja rapi dan sepan maroon. Rambut curly di bagian bawahnya terlihat begitu menawan dipandang. Ed langsung berjalan ke arah kursi paling ujung, tempat kursi sang pemimpin rapat akan memimpin meeting hari ini. Beberapa pria dan wanita yang duduk di sana langsung berdiri seolah memberi hormat ketika Ed mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Ed melepas kancing jasnya dan kemudian du

