Chapter 38

1584 Words

Ed memandangi wajah Sofia yang tertidur saat ini. Di bilang cantik juga enggak enggak iya, di bilang jelek juga iya iya enggak. Ah, rasanya ia ingin menculek mata Sofia yang bundar itu, lalu ia ingin menjepit kencang hidung Sofia yang saat ini sedang kembang kempis itu, dan bibir.. ingin rasanya Ed melumatnya dengan kasar dan mendamba. Ed menoel-noel pipi chubby milik Sofia. Tapi sang empu tidak terusik sama sekali. Ia ganti menoel-noel bulu mata lentik milik Sofia, tapi lagi lagi sang empu tak terusik, menggeliat pun tidak, apalagi terbangun. Cara terakhir, Ed memencet hidung. mancung tapi mungil milik Sofia, dan benar saja, tidak sampai setengah menit, Sofia sudah terbangun sambil megap-megap. Ed tersenyum polos sambil memiringkan kepala ke arah Sofia. "Hai!" Sapanya dengan bodoh. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD