Chapter 43

941 Words

Mata Sofia yang mulanya terpejam kini perlahan mulai terbuka, apalagi ketika di sampingnya terasa adanya pergerakan seseorang. Seingatnya, Ducky yang tidur di sebelahnya. Tapi kenapa kasur sebelahnya terasa bergoyang-goyang. Mana mungkin Ducky bisa bergerak? Lamat-lamat mata Sofia terbuka sepenuhnya. Dan yang ia temukan bukanlah wajah Ducky yang comel, melainkan wajah tampan dengan senyum manis di bibirnya. "Selhamat malahm Sofia!" Ed berkata menggunakan bahasa Indonesia yang tidak begitu jelas sambil menopang kepalanya di satu tangan yang ia tumpu di atas bantal. Sofia mengerjap pelan. Matanya berkedip-kedip. Ia kemudian mengusap kedua matanya, dan setelahnya ia arahkan ke jendela besar yang masih tertutup gorden di sisi kamar. Ia bisa melihat matahari bersinar dengan teriknya, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD