Ed membawa nampan piring berisi makan malamnya dengan Xia ke kamar Xia yang tertutup. Ceklek Ed membuka pintu perlahan, dan ia bisa melihat Xia yang tertidur meringkuk di ujung kasur sambil terisak. Ed menghela nafas pelan. Sungguh, ia tidak bermaksud membuat Xia marah ataupun menangis. "Xia," panggil Ed pelan. Xia hanya diam, tidak bergerak ataupun membalas. Tubuhnya masih naik turun akibat isakan tangisnya. Ed berjalan menghampiri Xia dan menaruh nampan piring berisi makan malam di atas nakas. Tubuhnya kemudian ia dudukan di sebelah Xia yang meringkuk. "Maafkan aku." Ucap Ed tulus sambil menyingkirkan belaian rambut yang menutupi wajah putih Xia. "Aku tau kau marah padaku, jadi sebagai gantinya aku akan menuruti semua permintaan mu." Ucap Ed berusaha merayu Xia. Xia yang awalnya

