Chapter 22

1071 Words

"AKU rindu bakso, cireng, cimol, cilok, pempek, aku rindu sekoteng!" rengek Sofia pada Zacky yang sedang duduk di hadapannya. Saat ini, mereka sudah duduk manis di sebuah restoran Jepang yang lumayan ramai. Lokasinya sekitar 1 km dari kantor Ed. "Makanya pulang sono!" jawab Zacky cuek sambil mulai meniup ramennya agar cepat dingin, membuat asap mengepul di atasnya. Sofia mencebikkan bibir dan menusuk sushinya kasar menggunakan sumpit. "Ogah! Ntar gue dinikahin ama bapak-bapak gimana? Baru 10 menit di ranjang udah loyo. ‘Kan kasihan guenya!" frontal Sofia. Sontak Zacky tersedak mendengar ucapan Sofia. Buru-buru ia meminum ice cappuccino yang ia pesan dengan tegukan kasar. Ini kenapa Sofia jadi ngomongin loyo-loyoan? "Ngapa lo pakek acara kesedak? Mau ngejek gue, ‘kan?" sewot Sofia keti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD