Epilog

908 Words

Kepak lembut sayap beberapa merpati putih menghiasi hijaunya tempat itu. Gemercik air mengiringi rerumputan yang berdesir. Angin berderu seolah akan ada tamu yang datang. Seorang gadis cantik dengan balutan dress putih, terlihat tengah bersidekap di bawah pohon yang rindang. Rambut indahnya bergelombang menambah nilai pesonanya. Bibir merahnya tersenyum, layaknya sebuah seringai yang terlihat berbahaya. Namun di balik tanda bahayanya, sosok itulah yang tanpa langsung telah mempertemukan takdir cinta bagi orang-orang terdekatnya. Ia melangkah menghampiri sosok masa lalunya. Memeluknya dari belakang dengan penuh cinta. Tidak ada yang tahu. Bahkan sampai ia sampai di surga-Nya kini, semua orang belum mengetahui tujuan sesungguhnya. Ini bukan hanya sebuah ambisi. Bukan sebuah omong kosong.

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD