"Iya. Si Ziel ngambek, ma." Larin tentu saja melapor. Hahaha. Karena cowok itu tak terlihat sore ini. Padahal mamanya ada kan tuh. Nah Larin dan Dina berjalan ke area depan gerbang komplek. Soalnya yang jualan itu adanya di pinggir jalan begitu. Tapi ditutup spanduk-spanduk besar biar tak langsung terkena asap kendaraan. Makanannya juga ditutup sih. Lara gak ikutan? Karena si Nizam tidur dari siang jadi ia yang jaga rumah. Papanya kan belum pulang. Jadi ya Lara asyik saja mewarnai buku-buku yang memang untuk diwarnai. Ia punya banyak. Itu hobinya selain baca-baca buju tentang makhluk hidup. Ia memang pintar juga. Gak kalah kok dari Fauzan. Walau tak sejenius Fauzan. Ia tipe yang harus belajar keras kalau mau dapat ranking tinggi. Dan Dina merasa lucu saja sih dengan kelakuan anak Fasha

